Rose Pandanwangi Bernyanyi di Perayaan Ulang Tahunnya yang ke-90 di Ciputra Artpreneur – Ciputra Artpreneur

Rose Pandanwangi Bernyanyi di Perayaan Ulang Tahunnya yang ke-90 di Ciputra Artpreneur

Jakarta, 27 Januari 2019 – Musik seriosa dan keroncong yang merupakan musik klasik asli Indonesia identik dikenal sebagai musik lawas, musik yang umumnya digemari oleh kalangan orang tua, sehingga di era modern dan milenial saat ini terlupakan. Minat generasi muda sangat rendah terhadap musik tersebut. Untuk melestarikannya, Rose Pandanwangi dan S. Sudjojono Center bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur ingin memberikan edukasi kepada para generasi muda maupun tua terhadap musik seriosa dan keroncong melalui acara Kisah Mawar “90 Tahun Untuk Rose Pandanwangi untuk Seriosa dan Keroncong” yang telah diselenggarakan pada Minggu, 27 Januari 2019 di Ciputra Artpreneur Theater.

Rose Pandanwangi dikenal sebagai salah satu pelopor penyanyi seriosa yang bisa membawakan kedua genre musik seriosa dan keroncong dengan sangat baik. Beliau merupakan penyanyi favorit presiden Soekarno yang telah berkarir lebih dari 60 tahun. Beliau berharap, melalui acara Kisah Mawar “90 Tahun Untuk Rose Pandanwangi untuk Seriosa dan Keroncong” yang dibalut dengan konsep talkshow dan penampilan musik seriosa dan keroncong, musik klasik seperti ini kembali memiliki tempat dalam masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial. Acara ini juga diselenggarakan dalam rangka perayaan ulang tahun diva seriosa Rose Pandanwangi yang ke-90.

Beberapa pembicara talkshow yang membahas tentang perkembangan industri musik keroncong dan seriosa diantaranya seperti Rose Pandanwangi, Ananda Sukarlan, Intan Soekotjo, Ervina Simarmata, Ninok Leksono, Sharifah Faizah Syed Mohammed (Dosen Senior Universiti Teknologi MARA Malaysia), dan Imam D. Kamus (Akademisi dan Pendiri Sarekat Krontjong dan Dawai Nusantara).

Selain talkshow, acara dimeriahkan dengan penampilan duet penyanyi keroncong legendaris Sundari Soekotjo dengan putrinya Intan Soekotjo, penampilan Ervina Simarmata yang membawakan lagu “Nurlela”, pembacaan puisi karya S. Sudjojono oleh Sapardi Djoko Damono. Acara berlanjut dengan penampilan Nikodemus Lukas melalui iringan piano Ananda Sukarlan membawakan lagu yang berasal dari puisi S. Sudjojono, serta yang paling ditunggu-tunggu penampilan dari Rose Pandanwangi menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”.

Teks: Trinita Novita
Foto: Mitra Prasetya

 

 

Rose Pandanwangi Singing at
Her 90th Birthday Celebration at Ciputra Artpreneur

 

Jakarta, 27 January 2019 – Seriosa and keroncong music, which is an original ‘classical’ music from Indonesia, is often labelled as “old” music that is generally favored by the elderly and that it is forgotten amongst the millennial generation. The young generation’s interest towards Seriosa and keroncong music is very low. To preserve it, Rose Pandanwangi and S. Sudjojono Center, in collaboration with Ciputra Artpreneur, want to educate the young and old on seriosa and keroncong music through Kisah Mawar “90 Tahun Untuk Rose Pandanwangi untuk Seriosa dan Keroncong” that was held on Sunday, 27 January 2019 at the Ciputra Artpreneur Theater.

Rose Pandanwangi is known as a pioneer of seriosa singing and someone who was able to perform both musical genres very well. She was President Soekarno’s favorite singer and had a career with more than 60 years in the Indonesia music world. She hopes that through the Kisah Mawar “90 Tahun Untuk Rose Pandanwangi untuk Seriosa dan Keroncong” event, which was presented via a concept of talk show and music performance, she could preserve seriosa and keroncong music in Indonesian society, especially amongst the millennial generation. This event was also held in conjunction with her 90th birthday celebration.

There were several well-known speakers who discussed about the growth of seriosa and keroncong music such as Rose Pandanwangi, Ananda Sukarlan, Intan Soekotjo, Ervina Simarmata, Ninok Leksono, Sharifah Faizah Syed Mohammed (Senior Lecturer at Universiti Teknologi MARA Malaysia), and Imam D. Kamus (Academis and Founder of Sarekat Krontjong dan Dawai Nusantara).

Besides the talk show, the event was enlivened by a duet between legendary keroncong singer Sundari Soekotjo and her daughter Intan Soekotjo, Ervina Simarmata singing “Nurlela” and poet Sapardi Djoko Damono reading a poem by S. Sudjojono. They were followed by performances by Nikodemus Lukas accompanied on the piano by Ananda Sukarlan, Lukas sang a song from S. Sudjojono’s poems, and the highlight of the afternoon being Rose Pandanwangi herself singing “Indonesia Pusaka”.

Text: Trinita Novita
Photo: Mitra Prasetya