Para Pensiunan - Ciputra Artpreneur
Para Pensiunan
Date

: April 25 -26, 2019

Location

: Ciputra Artpreneur Theater

“PARA PENSIUNAN”, sebuah pertunjukan teater yang dipersembahkan oleh Teater Gandrik Yogyakarta, bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Ciputra Artpreneur. Naskah “Para Pensiunan” ini ditulis oleh Agus Noor, dan disutradarai oleh Djaduk Ferianto.

Pertunjukan teater ini menceritakan tentang para pensiunan jenderal, politisi, hakim dan lainnya, yang ingin menikmati masa tuanya dan menunggu mati yang tenang, yang mengharuskan mereka memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB), sesuai undang-undang Pemberantasan Pelaku Korupsi. Kisah ini dipentaskan dengan tujuan membuat jera para koruptor. Karena hanya orang yang tidak pernah melakukan korupsi yang berhak mendapatkan SKKB itu. Bermacam cara dilakukan untuk mendapatkan SKKB, dari mulai membujuk, menjebak hingga menyuap. Hal ini membuat para pensiunan menjadi gelisah, dan ingin membuktikan bahwa mereka tak pernah korupsi agar mendapatkan SKKB, sehingga bila nanti mati bisa dikubur baik-baik. Tapi benarkah mereka tak pernah korupsi selama jadi Jenderal, Politisi, Pegawai Negeri dan lain-lain?

Teater Gandrik Yogyakarta selalu menjadi bagian aktif pengembangan kebudayaan bangsa melalui laku kreatifnya, menyapa masyarakat dengan pertunjukan-pertunjukannya. Lakon-lakon Teater Gandrik sering disuguhkan dengan menggunakan “guyon parikena”, menyindir secara halus yang tidak menimbulkan kemarahan yang berkuasa, dan bahkan seperti mengejek diri sendiri walaupun sesungguhnya yang dibidik adalah orang yang tengah berkuasa. Itulah cara yang ditempuh oleh Teater Gandrik untuk melakukan “kritik sosial”, terhadap kamuflase kekuasaan Orde Baru, yang meski pun tampak santun dan halus, sesungguhnya sangat represif dan manipulatif.

 

 


“PARA PENSIUNAN” is a theater performance presented by Teater Gandrik Yogyakarta, in collaboration with Taman Budaya Yogyakarta and Ciputra Artpreneur. “PARA PENSIUNAN” is written by Agus Noor and directed by Djaduk Ferianto.

This theater performance is about retired generals, politicians, judges, and others who want to enjoy their retirement, peacefully. This requires them to obtain a certificate that declares that the person would never involve in corruption. This story is staged with the aim of deterring corruptors. Various methods are used to get that certificate, from persuasion, to bribery. This worries the retirees who want to prove that they would never be corrupt in order to get the certificate, so later they could be buried properly. But is it true that they have never been corrupted as long as they are Generals, Politicians, Civil Servants and others?

Teater Gandrik Yogyakarta has always been active in being part of developing national culture through their performances. The performances of Teater Gandrik are often presented by using “parikena jokes”, subtly insinuated and even such taunting themselves, although they have insulted the Generals, Politicians, Civil Servants and others. That is the way of Teater Gandrik in their “social criticism” against the New Order’s camouflage, which seems mannered and smooth, but in actual fact, manipulative and repressive.

 

img

Museum

The art collection of Dr. (HC) Ir. Ciputra, focusing on the work of Indonesian maestro Hendra Gunawan, and Indonesian contemporary art.

Visit Now

X
img

Theater

The state-of-the-art international standard theater to hold international and local performances.

Reserve Now

X