Pentas Teater Musikal “I La Galigo” – Ciputra Artpreneur
Pentas Teater Musikal “I La Galigo”
Start Date

: July 4, 2019

End Date

: July 7, 2019

Location

: Ciputra Artpreneur Theater

The story is based on an adaption by Rhoda Grauer of the epic creation myth Sureq Galigo of the Bugis from South Sulawesi, written between the 13th and 15th centuries in the Indonesian language Buginese.

Out of the vast material in Sureq Galigo, that covers the story of a so-called Middle World (that of humanity), the production focuses on one particular narrative thread, about the warrior Sawerigading, and his twin sister, We Tenriabeng. They are descendants of the gods of the heavens and the gods of the underworld who send their offspring to inhabit the earth. From the time in the womb of their mother, which is put onto stage, they are destined to fall in love with each other. Worried that their incest would doom the world, the Bissu priests order them to be separated at birth.

Sawerigading travels abroad but is eventually told about the world’s most beautiful woman. He returns home and actually falls in love with his twin sister. To avoid the worst, We Tenriabeng introduces him to a woman of equal beauty, whom he marries to have a son named I La Galigo. Nevertheless, the earth is cleansed of all life for another time and their children mate again to re-populate it and to start a new era.

Parts of the story are narrated while the rest is via the actors’ dance and gestures. The 150-minute long performance is accompanied extensively by light effects characteristic of theater maestro Robert Wilson’s work and music by an onstage ensemble. Their music sounds traditional, but has actually been composed for the production by the Javanese composer Rahayu Supanggah after intensive research in South Sulawesi.

For better dramatic expression, other Javanese and Balinese instruments were added to the initially five traditional Sulawesi instruments and new ones were made as well, amounting eventually to 70 instruments played by 12 musicians.

 

Kisah ini didasarkan pada karya Rhoda Grauer dari mitos penciptaan epik Sureq Galigo dari Bugis, Sulawesi Selatan, yang ditulis antara abad 13 dan 15 dalam Bahasa Bugis.

Berdasarkan materi Sureq Galigo, kisah ini mencakup tentang apa yang disebut Dunia Tengah (kemanusiaan), produksi berfokus pada satu narasi khusus, tentang prajurit Sawerigading, dan saudara kembarnya, We Tenriabeng. Mereka adalah keturunan para dewa langit dan dewa dunia bawah yang mengirim keturunan mereka untuk mendiami bumi. Saat berada di dalam rahim ibu mereka, yang disimbolkan di atas panggung, mereka ditakdirkan saling jatuh cinta. Khawatir bahwa pernikahan dengan saudara kandung ini akan menghancurkan dunia, para imam Bissu memerintahkan mereka untuk dipisahkan sesaat setelah dilahirkan.

Sawerigading pergi ke luar negeri tetapi akhirnya diberitahu tentang wanita tercantik di dunia. Dia kembali ke rumah dan benar-benar jatuh cinta dengan saudara kembarnya. Untuk menghindari yang terburuk, We Tenriabeng memperkenalkannya kepada seorang wanita dengan kecantikan sama, yang dinikahi untuk memiliki seorang putra bernama I La Galigo. Namun demikian, bumi dibersihkan dari semua kehidupan dan anak-anak mereka kawin lagi untuk mengisi kembali serta memulai era baru.

Beberapa bagian dari cerita tersebut diceritakan secara lisan, sementara sisanya melalui tarian dan gerak tubuh aktor. Pertunjukan berdurasi 150 menit ini diiringi efek cahaya yang khas dari karya maestro teater Robert Wilson karya ansambel di atas panggung. Musik mereka terdengar tradisional, tetapi sebenarnya telah disusun untuk produksi oleh komposer Jawa Rahayu Supanggah setelah penelitian intensif di Sulawesi Selatan.

Untuk ekspresi dramatis yang lebih baik, instrumen Jawa dan Bali lainnya ditambahkan pada awalnya lima instrumen Sulawesi tradisional dan yang baru dibuat, yang akhirnya berjumlah 70 instrumen dimainkan oleh 12 musisi.

img

Museum

The art collection of Dr. (HC) Ir. Ciputra, focusing on the work of Indonesian maestro Hendra Gunawan, and Indonesian contemporary art.

Visit Now

X
img

Theater

The state-of-the-art international standard theater to hold international and local performances.

Reserve Now

X